kebijakan pajak di hongkong
ARTIKEL KEBIJAKAN PAJAK HONG KONG
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas
Individu mata kuliah Perpajakan
Dosen
: Hendra Sukmana, S.AP, M.A
Oleh : Pratiwi Mega Iswara
Nim : 152020100074
JURUSAN ILMU
ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU
SOSIAL DAN POLITIK
UNIVESITAS
MUHAMMADIYAH SIDOARJO
2017
BAB
I PENDAHULUAN
Hong Kong
adalah salah satu
kekuatan bisnis dunia
dan pusat keuangan di
dunia. Tanah ini
telah menjadi rumah
sementara atau bahkan
permanen bagi lebih dari 525.000 ekspatriat
di dunia. Dan tarif
pajak personal di
Hong Kong adalah yang terendah
seregional Asia Pasifik dan penghitungan pendapatan kena pajak paling
mudah. Namun demikian,
tidak menutup kemungkinan
kewajiban pajak akan dapat dikurangi lagi dengan perencanaan yang sangat
hati-hati.
Cakupan Perpajakan
HongKong
Pajak utama di Hong Kong
adalah pajak penghasilan, pajak keuntungan, dan
pajak property. Pajak
lainnya dipungut di
teritori yang paling
relevan dan dekat dengan
bea materai (stamp
duty). Estate Duty telah dihapuskan
sejak 11 Februari 2006.
Hong Kong tidak
mengenakan pajak penjualan,
penambahan nilai, hadiah atau penambahan modal. Di Hong Kong juga tidak
mengenal pajak pengaman sosial, namun
ada diminta
kewajiban untuk berhemat atau “Mandatory Provident Fund”.
“Mandatory Provident
Fund” adalah skema
peraturan yang disahkan pada
tanggal 3 Agustus 1995
dan diberlakukan pada
tanggal 1 desember
2000. Di bawah peraturan
ini, sebuah perusahaan harus
melakukan penyisihan gaji karyawan yang disimpan seperti dana
pension. Perusahaan asing juga diwajibkan untuk melakukan persyaratan MPF yang
serupa jika karyawan mereka bekerja di Hong Kong.
“Mandatory Provident
Fund” adalah sistem
kerja iuran terkait
dimana kontribusi dibuat oleh
perusahaan maupun karyawan. Dinyatakan dalam perundang-undangannya, kontribusi
minimalnya adalah 5% dari tiap perusahaan dan
karyawan pada pendapatan
karyawan yang diakui. Karyawan dengan
gaji kurang dari 6.500 HK$ tiap bulannya tidak diwajibkan namun
perusahaan tetap diwajibkan untuk menyisihkan 5% dari pendapatan karyawannya
tersebut. dalam perundang-undangannya,
gaji maksimal yang
diakui adalah 20.000
HK$, jadi kontribusi yang
diterima pemerintah Hong
Kong maksimal sebesar
1.000 HK$ tiap bulannya dari tiap
pekerja di Hong Kong.
Mulai Juni
2012, angka maksimalnya
dinaikan menjadi 25.000
HK$, maka 1.250HK$ akan diterima oleh pemerintah Hong Kong di tiap
bulannya dari tiap pekerja yang
mempunyai penghasilan sebesar
itu atau lebih.
Pekerja yang terdaftar dalam
skema Occupational
Retirement Schemes Ordinance
(ORSO)baik yang diwajibkan maupun yang dibebaskan atas iuran, maka pekerja-pekerja
itu dibebaskan dari peraturan MPF. Hong Kong juga membebaskan pekerja asing
dari peraturan ini bagi mereka yang bekerja kurang dari 13 bulan dan atau yang telah
berpartisipasi dengan peraturan serupa di negaranya.
Tahun Pajak
di Hong Kong
berlangsung dari 1
April sampai 31
maret tahun berikutnya. Gaji seluruh pekerja di Hong Kong diwajibkan
mengikuti dan mendaftarkan pajaknya dengan peraturan yang diterapkan oleh
pemerintah Hong Kong.
Sistem Pajak
di Hong Kong
adalah sistem yang
paling berhasil yang pernah
ada di bumi.
Beban yang secara
khusus sangat ringan,
namun secara umum pemerintahnya mampu
mengoperasikannya dengan surplus
yang substansial. Surplus ini terus berkali-lipat seiring dengan waktu
dan surplus yang terus dialami Hong
Kong dalam 12
bulan, dari tahun ke
tahun. Yang lebih
menkajubkan lagi,
masyarakatnya tampak lebih
berdaya beli dibandingkan orang-orang di dunia bukan
hanya karena pajak yang ringan, namun juga karena kombinasi pajak ringan dengan
rendahnya biaya sarana public. Pengenalan Pajak Penghasilan Usai Perang Dunia
kedua.
Sebelum perang
dunia kedua, tidak
ada pajak penghasilan
diterapkan di Hong Kong,
namun tahun 1940
pemerintah kolonial menerapkan
hal tersebut, dengan tujuan
sebagai “hadiah” keuangan untuk Inggris sebagai sokongan biaya atas beban
perang. Pajak yang
diterapkan dikategorikan normal
untuk pajak penghasilan yang
diterapkan di banyak
Negara pesemakmuran inggris
seluruh dunia. Ada pajak
penghasilan tunggal yang
akan diperoleh dari
(a) seluruh penghasilan di dunia
oleh semua orang di Hong Kong dan
juga (b) penghasilan yang dihasilkan
dari Hong Kong
oleh orang tinggal
dimana saja di
luar Hong Kong. Komunitas
pebisnis adalah sasarannya.
Penghasilan para pendatang dielakan, tidak banyak yang
dikenai pajak, kalaupun ya, hal tersebut diupayakan serendah mungkin.
Namun pebisnis asal
China ini menolak
ketidakadilan tersebut tanpa kompromi.
Pasca Perang Dunia Dua
Seusai perang
dunia kedua, Pemerintahan inggris
dan Hong Kong menawarkan kembali
pajak penghasilan yang
normal, dan mereka
berencana untuk menaikan tarif
pajak setinggi-tinggi mungkin.Dinyatakan oleh
Creech Jones, sekretaris Jenderal Inggris di Hong Kong Pada saat itu,
iya meproposalkan angka 50 persen.
Hal ini kembali
ditolak oleh pebisnis
asal China. Mereka kemudian membentuk
sebuah organisasi the Chinese Anti-Direct Tax Commission,dan membuat surat protes ke
kantor Kolonial Inggris di London.
Sebagai kompromisasinya, peraturan
tahun 1940 berganti
nama pada tahun 1947. Namun,
secara garis besarnya, tidak adaperubahan signifikan yang diharapkan. Kemudian
hal tersebut kembali naik banding pada tahun 1948-1949 dan berubah
kembali peraturannya menjadi
lebih layak. Namun
tetap saja tidak pernah terlaksana.
1947 – 1980 “The Three Review Committees”
Mulai dari
tahun 1947 sampai
tahun 1980, pemerintahinggris kembali memberikan tekanan
pada pemerintahan Hong
Kong untuk mengganti
sistem pajak mereka. Seperti pada sebelumnya, tujuan penerapan pajak ini
adalah untuk mendongkrak pemasukan pajak
inggris, yang tak
terjadi selama dua
tahun perselisihan ini karena dua alasan. Satu, komunitas
bisnis,terutama yang berasal dari
China selalu menentang.
Dan kedua, Peraturan
dari Cina daratan
segera menunjukkan salah satu
kebajikan yang berdampak
besar. Hal ini
membuat sejarah pajak Hong
Kong menjadi tiga
periode per dekadenya.
Dalam setiap periode tiga
proses reformasi pajak
seluruhnya didominasi oleh
sekretaris finansial Inggris. Pada tahun 1950 sekretaris finansial, Sir
Arthur Clarke, dalam tahun 1960-an, Sir
John Cowperthwaite, dan
pada 1970-an, Sir
Philip Haddon-Cave. Clarke,
Cowperthwaite dan Haddon-Cave. Semua perubahan berpemikiran sama bahwa
sudah jelas, Hong
Kong memerlukan pajak pendapatan normal- yaitu, pajak,
tunggal dan komprehensif
yang meliputi (a)
pendapatan di seluruh dunia, termasuk pendapatan lepas
pantai, dari semua orang tinggal di Hong Kong dan juga
(b) semua pendapatan
yang berasal dari
Hong Kong oleh
orang penduduk dari manapun.
Dengan harapan untuk
mencapai tujuan pajak pendapatan normal,
Clarke, Cowperthwaite dan
Haddon-Cave setiap membujuk gubernur yang
saat itu menjabat
(masing-masing, SirAlexander Grantham,
Sir David Palung dan Sir Murray MacLehose) untuk membentuk sebuah
komite. ini adalah Komite Penilaian Pertama, Kedua dan Ketiga: Komite Pertama
didirikan oleh Grantham pada
1950-an; Komite Kedua
didirikan oleh Trench pada
tahun 1960, dan Komite Ketiga didirikan oleh MacLehose di1970an. Tapi
semua tiga komite gagal untuk
mencapai tujuan sekretaris
finansial menjadi pajak pendapatan normal.
Ia berulang kali
menuduh bahwa selama
periode ini pemerintah kolonial
bertindak atas instruksi
dari London dan
bahwa gagasan Hong Kong
harus memiliki pajak
pendapatan normal dikenakan
tarif sebanding dengan yang
di Inggris tidak
dirancang oleh pemerintah
kolonial Inggris,bertindak atas
inisiatif sendiri, tetapi
ditentukanoleh Inggris. Ketiga
sekretaris finansial,
Clarke, Cowperthwiate dan
Haddon-Cave membantah bahwa pemerintah Inggris
berusaha untuk mendikte
kebijakan pajak ke
Hong Kong, tetapi jelas
dari dokumen yang
sekarang tersedia untuk
umum bahwa kebijakan pajak mendikte Hong Kong persis
seperti apa yang digambarkan dari London.
1981–1997: The Modern City-State
Penerus dari
Haddon-Cave sebagai sekretaris
Finansial, Sir John Bremridge, adalah
orang yang belum
pernah bekerja di
bidang pemerintahan,
melainkan seorang pengusaha.
Banyak spekulasi pada saat
itu mengenai mengapa Gubernur
Hong Kong saat itu, Maclehose, telah melakukan penunjukan yang di
luar harapan. Jawabannya mungkin
pengusaha telah lelah setelah
40 tahun sekretaris finansial
mencoba untuk menyelinapkan
sistem pajak gaya Inggris
pada mereka;bahwa mereka
telah terbujuk. Oleh
karena itu Gubernur menunjuk seseorang
yang bisa diandalkan
untuk meninggalkan sistem
pajak lama, dan hal
itu kehendak para
oposan mengenai reformasi
pajak. Dalam hal apapun,
sejak tahun 1981
pemerintah Hong Kong
tidak pernah serius
menyatakan bahwa wilayah
itu harus memiliki
pajak penghasilan normal.
Juga pada masa itu
(sekitar 1981) pemerintah
Inggris tampaknya telah
kehilangan minat di Hong
Kong mengenai sistem
pajak. Bremridge segera menerapkan reformasi yang
efektif bercokol pada
sistem penjadwalan. Yang
paling penting, ia mulai
membuat perubahan terhadap
perlakuan pajak atas bunga,
memuncak, pada tahun 1989,
dalam penghapusan pajak
bunga. Perluasan Yudisial
dari Sistem Pajak adalah sebuah episode yang menarik dalam bab sejarah pajak
Hong Kong, perpanjangan sistem pajak dipengaruhi oleh pengadilan wilayah itu
antara tahun 1980 dan 1997.
BAB
II PEMBAHASAN
Justifikasi
Tax Havendan Peraturan Hong Kong
Ada
beberapa alasan untuk
sebuah Negara menjadikan dirinya sebagai Tax Haven Country. Beberapa Negara
merasa tidak memerlukan
untuk mengenai pajak terlalu
banyak pada beberapa Negara industri dalam rangka
mereka memenuhi kebutuhan pendapatan
untuk pembayaran atau pelunasan kebutuhan anggaran tahunan
negaranya. Adapula yang
memberikan pajak yang
sangat ringan untuk perusahaan-perusahaan raksasa
dengan bertukar dengan
lokasi divisi induk perusahaan di negaranya dan mempekerjakan
orang-orang lokal. Di sisi lain menyatakan
untuk menyokong para konglomerat di
Negara-negara industri untuk mentransfer tenaga-tenaga ahli yang
dibutuhkan ke Negara mereka agar terjadi pertukaran
ilmu. Dan masih
ada juga pendapat-pendapat sederhana yang menyatakan bahwa pajak adalah
biaya yang berlebihan untuk berkompetisi dengan Negara-negara industri
lainnya yang telah
lebih dulu memangkas pajaknya dalam menarik investor
asing di negaranya. Justifikasi-justifikasi
yang digunakan Hong
Kong dalam transformasinya
menjadi Negara Tax Haven serta
justifikasi transformasi peraturan
pajak.
![]() |
Berikut skema transformasi kemudahan fasilitas pajak di Hong Kong:
Skema Perubahan Kemudahan Pajak Hongkong
Dilihat
dari waktu yang
digunakan untuk melakukan
pembayaran pajak, tidak terdapat
perubahaan yang berarti.
Namun bila dilihat tarif
dan frekuensi pembayarannya, Hong Kong terus mempermudah prosesnya.

Perubahan
Kemudahan Pajak Hongkong
Adapun
Justifikasi-justifikasi yang digunakan
Pemerintah Hong Kong untuk melakukan transformasi kemudahan
pajak di Hong Kong antara lain:
Justifikasi Hukum
Hong Kong
Menerapkan prinsip perpajakan “Territorial Source”
dan “Tax Symmetry”.
“Territorial Source”maksudnya adalah
perusahaan dan individu dikenai
pajak yang secara
umum berasal dari
Hong Kong. Pendapatan yang berasal
dari luar negeri seperti keuntungan cabang, dividen, pendapatan servis
dan lain lain
akan dikenai pajak ketika
disetorkan atau diasumsikan telah
disetorkan ke Hong Hong.
Pajak Penghasilan
dikenai pada tiap
orang. Hal ini dihitung
dari semua pendapatan yang
diperoleh dan atau
berasal dari Hong
Kong, dari semua perusahaan, termasuk
perekrutan atau dana
pensiun. Tarif standar pajak
ini sebesari 15% pada tahun 2011-2012
tanpa adanya pengurangan
kebutuhan personal.
Untuk kebutuhan
anak, hanya akan
diberikan kepada w ajib
pajak hanya jika memelihara
anak yang tidak
menikah dan usianyadi
bawah 18 tahun, atau di usia 18 sampai 25 yang masih
mengenyam pendidikan, atau lebih dari 18
tahun namun tidak
dapat bekerja karena
kekurangan kondisi tubuh maupun mental.
![]() |
Pembebasan atau pengurangan pajak atas orang tua, adalah bagi orang tua yang tinggal di Hong Kong dan berusia di atas 55 tahun pada tahun pajak berlangsung. Wajib pajak harus tinggal dengan orangtuanya minimal enam bulan pada tahun berjalan atau ikut membiayai orang tua tidak kurang dari 12.000HK$ tiap tahunnya. Penambahan beban orang tua juga diberikan pada individu yang tinggal dengan kakek dan neneknya pada tahun pajak berjalan.
Pendapatan
Tidak Kena Pajak Hongkong
Pengurangan pajak pada
orang tua tunggal diberikan jika tanggung jawab anak yang dimiliki sepenuhnya
atau secara garis besar ditanggung oleh orang tua tunggal tersebut.
![]() |
Kecacatan atau kekurangan yang dimiliki anggota keluarga yang ditanggung oleh individu wajib memenuhi kriteria kekurangan atau kecacatan yang diakui oleh pemerintah Hong Kong
Tarif Pajak Penghasilan Hong Kong
Justifikasi Ekonomi
Hong Kong sempat
menghadapi masalah, banyak
orang sangat suka dengan sistem
pajak Hong Kong
seperti apa adanya;
tetapi mereka juga menyukai demokrasi,
dan mereka takut
bahwa tidak
mungkin untuk mendapatkan keduanya,
karena di tempat
lain di dunia,
demokrasi telah menyebabkan
tajamnya pajak penghasilan progresif, sama sekali tidak seperti Hong Kong. Tapi
bagaimanapun, Hong Kong dapat memiliki kedua-duanya. Artinya, pengenalan
sistem pajak yang
benar-benar demokratis di
Hong Kong, tergantung pada
bagaimana cara pengenal
sistem pajak tersebut ditangani. Kemungkinan
tidak akan menyebabkan
pajak yang tinggi pada keuntungan usaha
dan pendapatan pribadi
secara besar. Ada
dua alasan utama Hong Kong untuk
tetap menjalankan sistem pajak yang sangat ringat, atau dalam kata lain, Tax
Haven. Satu, meskipun beban pajak di Hong Kong sangat ringan,
namun tetap terkonsentrasi
menjadi penghasilan Negara yang besar.
Di negara-negara maju
lainnya, orang yang
bekerja dikenakan pajak cukup besar, dan salah satu konsekuensi
dari ini adalah, mereka (wajib pajak) menginginkan sesuatu sebagai imbalan -
seperti yang publik telah keluarkan untuk
pemerintah dalam bentuk
pajak. Di Hong
Kong, sebaliknya, orang biasa
hampir tidak ada membayar pajak sama sekali dan orang yang bekerja biasa juga
membayar pajak hampir
tidak ada, mungkin
itulah sebabnya mereka tidak
mengeluh banyak tentang
relatif rendah tingkat
pelayanan publik. Titik kunci kedua adalah sistem pajak di negara
demokrasi yang maju bergantung pada PAYE
(Pay as You
Earn). Artinya, pajak
atas penghasilan dari pekerja
tidak dibayar oleh
karyawan, tetapi oleh
perusahaan, yang menahan pajak
dari gaji karyawan, dan membayar ke pemerintah, membayar untuk karyawan
hanya apa yang
tersisa, atau gaji
bersih setelah dipotong pajak. Di Hong Kong sebaliknya,
tidak ada PAYE. Sebaliknya, orang-orang dikenakan pajak
wajib membayar sendiri.
Absennya PAYE di
Hong Kong biasanya tampak
sebagai ketidak-acuhan atas
administratif, tetapi pada kenyataannya, sebaliknya,
administratif sangat penting.
Alasannya adalah bahwa pajak yang berat
di negara lain
yang layak hanya
karena mereka dikumpulkan dari
majikan, bukan dari
karyawan. Ada kemudahan yang diterima oleh pembayar pajak. Di Negara
di luar Hong Kong, jika pemerintah tiba-tiba menghapuskan PAYE, dan wajib pajak
diharuskan membayar pajak mereka
sendiri, hasilnya akan
ada jumlah pajak
masukan yang sangat
besar gagal dikumpulkan. Dalam
rangka untuk mengumpulkan pajak, pemerintah harus menuntut
penunggak, yang akan
menjadi biaya yang
mahal. Lebih buruk lagi,
biaya politik menyeret ketaatan hukum
warganegaranya melalui
pengadilan. Singkatnya, konsekuensi
penghapusan PAYE akan
terjadi kekacauan. Namun Hong
Kong mengelola cukup
baik tanpa PAYE.
Alasan untuk hal ini
adalah karena upaya
menyisihkan gaji untuk membayar
pajak yang sangat ringan di Hong Kong itu relatif mudah dan hampir semua
orang yang wajib membayar
berhak menggugat, jika
ada yang gagal
membayar. Tapi nyatanya dengan
tidak menerapkan PAYE,
pemerintah Hong Kong memiliki sebuah
kekuatan legitimasi
untuk menuntut masyarakat yang biasanya tidak
dapat diklaim oleh
negara-negara demokrasi pada
umumnya. Namun pemerintah Hong
Kong dapat mengandalkan kepatuhan
wajib pajaknya yang aktif, dan yang lebih memiliki legitimasi untuk
menuntut jika kegagalan pembayaran terjadi. PAYE juga memiliki efek psikologis
penting tapi kurang dihargai: itu fungsi
sebagai obat bius, yaitu menghilangkan
rasa sakit atau rasa
berkurangnya gaji saat
pemotongan gaji untuk
pajak terjadi. Namun di
Hong Kong, pembayar
pajak tampaknya memiliki
ide dan alasan yang
akurat dan rasional
tentang berapa banyak
mereka harus membayar pajak, karena
mereka membayar sendiri
dan pengalaman menuliskan
cek atau SPT, atau
menyerahkan uang kertas,
atau melakukan transfer
melekat dalam pikiran mereka.
Sehingga efek penghilang
“rasa sakit” saat pembayaran pajak yang diberikan PAYE
tidak lagi diperlukan di Hong Kong.
Di seluruh negara maju,
kebanyakan orang kehilangan kesempatan untuk berefleksi. Mereka
cenderung berpikir mereka
pendapatan mereka adalah "setelah dipotong
pajak pendapatan" atau
"take-home pay"dan kebanyakan dari mereka tidak tahu sama sekali
tentang berapa banyak mereka membayar pajak.
Banyak bahkan tidak
menyadari berapa banyak pajak
yang telah ditahan oleh perusahaan
mereka. Bahkan jika mereka melihat berapa banyak yang telah ditahan, tetap saja
menjadi pengalaman yang sangat berbeda
dari menulis sebuah cek sendiri atau menyerahkan uang kas ke kantor pajak. Hal
ini penting karena
demokrasi yang seharusnya
memerlukan masyarakat dengan preferensi
rasional pemilih. Tetapi
jika sebagian orang yang
tidak menyadari berapa banyak mereka membayar pajak, bagaimana mereka
dapat membuat pilihan yang rasional tentang tingkat yang tepat dari perpajakan
dan belanja publik? Jadi
apa yang terjadi
di seluruh dunia
adalah bahwa sangatbanyak orang
menyadari keuntungan yang
mereka dapatkan dari pemerintah, tetapi
mereka kabur dari
biaya yang harus
ditanggung untuk Negara. Dan
untuk alasan ini
mungkin ada kecenderungan untuk meningkatkan belanja negara dan pajak
juga meningkat.
Alasan ekonomi lain yang
digunakan oleh pemerintah Hong Kong untuk menjadikan peraturan perpajakannya
menjadi Tax Haven antara lain:
1. Bertujuan untuk meningkatkan pembebasan
pajak keuntungan untuk dana luar
negeri melalui (a)
penjelasan dan klarifikasi atas definisi “central management and
control” atau “ pusat
manajemen dan kontrol"
agar terjadi pendaftaran pembebasan
pajak dan (b)
memutakhirkan daftar saham yang
diakui dan pertukaran
masa depan dengan dana
asing di perdagangan masa
depan. Hal ini disasarkan untuk
pemenuhan syarat kependudukan sebuat
direktur managemen komite
dari dana asing yang terjadi
dan tumbuh di
industri Hong Kong
dan juga mempromosikan Industri Hong Kong.
2. Memperpanjang atau
memperluas kelonggaran bea
meterai dalam pertukaran perdagangan
dalam saham di
Hong Kong. Hal
ini bertujuan untuk menghidupkan lebih
banyak lagi dana
yang berputar dan menikmati kelonggaran ini untuk mendanai
industri di Hong Kong.
3. Memperluas kelonggaran pajak keuntungan
(50% dari tarif normal) agar instrumen utang memenuhi kualifikasi untuk
menutupi instrumen tersebut yang
memiliki masa jatuh tempo
kurang dari 3
tahun dan mengubah persyaratan
bahwa instrumen hutang tersebut diterbitkan untuk umum di Hong Kong. Hal ini
bertujuan agar dapat meningkatkan kepercayaan atas pasar obligasi
Hong Kong dan
dapat memenuhi permintaan
dan persyaratan pasar dengan lebih baik.
BAB
III PENUTUP
![]() |
Hong Kong (peringkat 1 kerentanan pembayaran dan peringkat 12 kesingkatan waktu untuk membayar pajak), memang terkenal sebagai gerbang investasi di Negara China. Sejak dikuasai oleh inggris, Hong Kong sudah terbiasa dengan berbagai perbedaan antara pemerintahan Hong Kong dengan pemerintahan utama di China daratan terutama perbedaan dalam hal peraturan dan hukumnya. Hong Kong memang sudah dikenal sebagai Tax Haven sejak banyaknya kemudahan yang diberikan pemerintah Hong Kong. Pada tahun 2007 kekerapan pembayaran pajak di Hong Kong memang sudah sangat kecil yakni hanya sekitar empat kali dalam setahun. Kebijakan ini berlaku sampai dengan tahun 2010 yang juga menerapkan empat kali dalam setahun melakukan pembayaran pajak. Di tahun 2011 Hong Kong kembali menyederhanakan jumlah pembayaran dalam setahunnya menjadi tiga kali setahun. Kebijakan ini terus berlaku sampai tahun 2012 ini.
Waktu untuk memenuhi
pajak Hong Kong
Di sisi waktu,
tidak sedikitpun terjadi
perubahan. Sekitar 80 jam
per tahunnya perlu dialokasikan oleh perusahaan di Hong Kong sejak 2007
sampai 2012 ini. Secara
peringkat pun tidak
banyak perubahan dan cenderung
stabil. Kekerapan pembayaran pajak
memposisikan Hong Kong
di peringkat 3 di
tahun 2008. Dengan
frekuensi yang sama,
Hong Kong turun
peringkat ke
peringkat keempat di tahun
2009 dan 2010. Saat disederhanakan di tahun 2011, menjadikan Hong Kong memiliki
peringkat 2 dan berada di puncak pada tahun 2012 di
peringkat satu bersama
beberapa Negara lain.
Di sisi waktu,
tidak terjadi banyak perubahan dengan jumlah waktu yang tidak berubah.Peringkat
13 tahun 2008, turun menjadi peringkat 15 tahun 2009, naik kembali di posisi
14 tahun
2010 dan peringkat
12 berturut-turut di
tahun 2011 dan
2012. Konsistensi ini yang menjadikan iklim
peraturan perpajakan Hong
Kong semakin accountable
bagi para investor
untuk membuka dan menanamkan modalnya di Hong Kong. Kepercayaan
inilah yang memposisikan HongKong sangat menarik bagi para investor di
peringkat 3 sejak tahun 2008 sampai saat ini.





Komentar
Posting Komentar